Showing posts with label Catatan Khotbah. Show all posts
Showing posts with label Catatan Khotbah. Show all posts

Tuesday, January 10, 2012

YOUR LATTER WILL BE GREATER - GREATLY INCREASE

YOUR LATTER WILL BE GREATER - GREATLY INCREASE


Nats Alkitab : Ayub 8:5-7

“Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.”

Your latter will be grater sebuah lagu yang sering sekali saya bawakan merupakan sebuah tuntunan Tuhan bagi saya khususnya dan juga bagi kita semua, lagu ini mengatakan bahwa “masa depan kita akan menjadi sangat luar biasa” Dalam Ayub 8:7 dalam versi King James dikatakan “Though thy beginning was small, yet thy latter end should greatly increase.” Perhatikan kata Greatly Increase, yah pada saat kita mencari Tuhan pada waktu-Nya, bukan hanya kita mendapatkan berkat saja, tetapi lebih dari itu keadaan kita akan dibuat meningkat dengan tajam.

Bagaimana kita bisa menerima berkat itu dalam kehidupan kita?

1. Percaya dan berkata-kata. (Mat 9:27-29)
Percayakah kita bahwa Tuhan dapat melakukan “Greatly Increase” dalam hidup kita? Apakah pesan Tuhan ini hanya untuk Ayub dan atau orang tertentu saja? Kuncinya adalah percaya. Paulus menegaskan dalam ayat berikut ini “Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” (2 Kor 4:13). Selain percaya kita juga harus memperkatakan apa yang kita percayai, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Rm 10:10). Apapun yang kita percayai dalam Tuhan harus kita perkatakan, percaya dengan hati dan berkata-kata dengan mulut kita.

2. Mencari Tuhan.
Kenapa kita harus mencari Tuhan? Dalam ayat berikut ini dikatakan “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.” (Ibr 12:26-29). Satu kali nanti bumi akan diguncangkan oleh Tuhan bahkan langitpun akan diguncangkan, tetapi ada satu yang tidak akan terguncangkan, Kerajaan Allah, kita harus mencari Tuhan untuk dapat menerima kerajaan Allah, sehingga kita tidak dapat terguncangkan di saat bumi dan segala isinya terguncang. Mencari Tuhan intinya adalah berada, berjalan, menginvestasikan sesuatu, melangkah, membuat bisnis, membangun rumah tangga, melakukan apapun didalam kehendak Tuhan. 

Mencari Tuhan juga untuk memastikan bahwa kita berada di tempat yang seharusnya kita berada. Saat kita berada dalam naungan Tuhan kita tidak akan pernah tergoncangkan. Lihat bagaimana Tuhan menyelamatkan bangsa Israel saat tulah turun atas Mesir, dan bahkan orang lain pun yang ada dalam rumah yang terdapat tanda di selamatkan juga dari tulah itu, Tuhan ingin kita berada tetap dalam naungannya, Tuhan rindu untuk melepaskan kita dari guncangan, apakah kita rindu untuk tetap berada dalam naungan-Nya? Mari cari Tuhan agar kita bisa terlewati dari guncangan demi guncangan yang terjadi.

A. Mencari pada waktu-Nya.
Ayub 8:5 dalam versi King james di katakan “If thou wouldest seek unto God betimes, and make thy supplication to the Almighty;” di situ dikatakan “unto God betimes” artinya mencari Tuhan pada waktunya. Dalam 2 Korintus 6:2 “Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.” 40 tahun bangsa Israel berada di padang gurun dan tidak dapat memasuki tanah perjanjian yang hanya di batasi oleh sungai Yordan, tetapi tiba saatnya Tuhan membuat bangsa Israel dapat melalui sungai itu dan akhirnya mereka mendapatkan tanah perjanjian. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa ini waktunya Tuhan berkenan atas hidup kita? Menyembah, yah seorang penyembah akan selalu mengetahui tanda yang di berikan oleh Tuhan dalam hidupnya agar ia dapat mengetahui apa yang sedang Tuhan kerjakan, seperti orang Majus yang hanya melihat satu tanda dilangit, yang menandakan ada seorang Raja yang akan lahir dan mereka mempersiapkan diri untuk datang menyembah kepada Raja yang baru lahir tersebut, berbeda dengan apa yang diperlihatkan kepada para gembala di padang rumput para malaikat bernyanyi di padang rumput, tetapi mereka masih belum mengerti apa yang terjadi, dan sampai mereka pergipun dikatakan hanya untuk sekedar melihat-lihat. Bagaimana dengan kita? Saat ini gereja kita masuk dalam tahun multiplikasi dan promosi karena perkenanan Tuhan, apa itu membuat kita melihat satu tanda untuk datang menyembah Dia di tahun perkenanan-nya atau hanya akan membuat kita sekedar tahu saja? Biasakan menyembah karena disaat kita menyembah kita dapat melihat tanda dari Tuhan untuk kita dapat mengetahui rencana-Nya.

B. Mencari dengan ibadah yang benar

I. Persembahkan tubuh yang kudus dan berkenan (Rm 12:1).
Ibadah bukan hanya sekedar kehadiran kita di gereja atau kegiatan lain yang kita lakukan di gereja, bukan juga sekedar kita memberi persembahan, Tuhan tidak melihat itu semua. lebih dari itu, adakah kita membawa sesuatu bukan “benda” tetapi hati kita kepada Tuhan? Sudahkah kita datang beribadah kepada Tuhan dengan seluruh hidup kita? Dalam Ayub 8:6 juga berbicara tentang “bersih dan jujur” ini juga bentuk ibadah kita kepada sesama kita.

II. Pakai pikiran Kristus (Rm12:2)
Memperbaharui pikiran kita sesuai dan selaras dengan pikiran Kristus, pikiran dan kemauan kita tidak dapat mengikuti kehedak Tuhan, tetapi dengan pikiran Kristus kita dapat mengerti apa yang menjadi kehedak Tuhan dan mampu berjalan dalam tuntunan-Nya. Kegagalan bangsa Israel tidak dapat memasuki tanah perjanjian pun karena mereka masih terus menggunakan pikirannya dan selalu mengingat-ingat apa yang mereka dapat di mesir. Perbaharui pikiran kita dengan aturan yang Tuhan bierikan bukan dengan mengatur Tuhan sesuai dengan keinginan kita. Bagaimana kita dapat memakai pikiran Kristus? Baca dan renungkan Firman Tuhan.

III. Bangun hubungan pribadi (Am 9:11)
Tuhan sedang memulihkan “pondok Daud” yang menggambarkan tentang hubungan yang intim dengan Tuhan, bangun hubungan pribadi dengan Tuhan bukan hanya sekedar kita datang menyembah bersama-sama dalam kebaktian saja tetapi juga kita memiliki hubungan penyembahan secara pribadi dengan Tuhan, kenapa kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan? “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. (Am 9:13) Akan ada percepatan dalam hidup kita, janji Tuhan bagi orang yang memiliki hubungan yang pribadi dengan-Nya percepatan itu akan datang dan membuat hidup kita naik dengan pesat. Hubungan pribadi harus diusahakan.

IV. Jangan melawan Tuhan (Mzm 50:22b)
Perhatikan perintah Tuhan dalam hidup kita dan jangan kita melupakannya, jangan melawan Tuhan, pegang ketetapan dan perintah-Nya, ketaatan kita akan membuat berkat Surga melimpah atas hidup kita, tetapi sebaliknya jika kita tidak taat kita akan berurusan langsung dengan Tuhan. Dalam hal keuanganpun jaga hati kita untuk tidak menjadi hamba uang, Tuhan ingatkan kepada kita juga tentang hal persepuluhan sudahkah kita berlaku jujur atau kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan. Mari beribadah dengan cara yang benar dengan juga membawa segala hidup dan miliki kita untuk memuliakan Tuhan.

3. Minta kepada Tuhan.
Dalam Ayub 8:5 di katakan “…dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa,” Minta perkenanan Tuhan dalam hidup kita, Yakobus katakan “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — , maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yak 1:5). Perkenan harus kita minta kepada Tuhan, saat kita memiliki itu maka kitapun mendapat perkenanan manusia sehingga apapun yang kita kerjakan semuanya akan di buat berhasil oleh Tuhan.

Saat ini Tuhan sedang membuka pintu perkenanan-Nya mari masuk dan terus cari Tuhan lebih sungguh lagi dan kita akan dibawa kepada janji Tuhan dalam hidup kita yang sangat meningkat.

Tuhan Memberkati.


Khotbah : Pdm. Himawan Leenardo (1 Januari 2012)

Monday, July 18, 2011

Apa Yang Terjadi Setelah Pencurahan Roh Kudus? (2)

Tanggal 12 Juni yang lalu adalah hari Pentakosta dan kebetulan waktu itu saya sedang berada di Belanda. 2000 tahun yang lalu keadaan hari-hari seperti itu bisa kita lihat di Kisah Para Rasul tentang bagaimana dampak dari pencurahan Roh Kudus ke dunia ketika itu.


Saya menemukan ada 4 hal yang terjadi se-telah Roh Kudus dicurahkan, yaitu:




1. Mujizat-mujizat terjadi
Pada waktu itu Petrus dan Yohanes akan ke bait Allah untuk berdoa, tiba-tiba di pintu bait Allah ada seorang pengemis yang lumpuh sejak lahir, di mana setiap harinya dia digotong ke sana dan pekerjaannya adalah mengemis. Waktu dia melihat Petrus dan Yohanes datang, dia menjulurkan tangannya, kemudian Petrus berkata kepadanya, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Tiba-tiba orang itu bisa berdiri dan berlari-lari, terjadilah mujizat dimana orang itu bisa berjalan! (Kisah 3:1–8).


Saudara, rasul-rasul dipakai Tuhan hari-hari itu dan mujizat-mujizat terjadi. Dikatakan bahwa orang-orang sakit dibawa keluar dari rumahnya di atas tempat tidurnya mereka diletakkan di tepi-tepi jalan, supaya apa? Supaya paling tidak ketika Petrus lewat, bayangannya mengenai mereka dan bayangan Petrus menyembuhkan mereka juga!

Saudara yang dikasihi Tuhan, orang-orang yang tinggal di sekitar Yerusalem datang berbondong-bondong dan Alkitab katakan bahwa semua orang disembuhkan! Bukankah kita sedang melihat hal-hal itu sedang terjadi hari-hari ini? Amin!

Lima tahun yang lalu saya ingat Tuhan berkata kepada saya, “Kamu pergi ke kota-kota kemana Aku tunjuk dan kamu lakukan ‘healing movement ministry’. Kumpulkan gereja-gereja dan ajak gereja-gereja itu mengumpulkan orang-orang miskin, orang-orang sakit, orang-orang yang tidak punya uang untuk ke dokter, sebab Aku akan menyembuhkan mereka!” Selama kurun waktu 5 tahun saya sudah melakukan KKR seperti itu. Dan kemarin di Belanda adalah yang ke175 kali. Saya melihat dengan mata sendiri bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan seketika orang-orang sakit. Saya melihat dengan mata sendiri bagaimana orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, kanker dan tumor yang hilang seketika. Apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu, hari-hari ini sedang terjadi luar biasa! Dan ke depan ini Tuhan berkata kepada saya, “Kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar lagi!”

Saudara, MUJIZAT MASIH ADA! Mujizat-mujizat yang terjadi 2000 tahun yang lalu setelah Roh Kudus dicurahkan itu sedang terjadi dengan luar biasa dan saya mau katakan bahwa ini dalam kapasitas yang lebih besar lagi.

Saudara, saya tidak tahu masalah Saudara, tetapi satu hal yang ingin saya katakan kepada Saudara, di hadapan Tuhan Yesus jangan bicara, “Tidak mungkin …”, sebab semua mungkin. Jangan sampai berkata, “Mana mungkin penyakit saya disembuhkan? Mana mungkin keluarga saya dipulihkan, mana mungkin bisnis saya dipulihkan seperti dulu?” NO! Dihadapan Tuhan Yesus semua mungkin, tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi orang yang percaya.

2. Perubahan Cara Hidup Jemaat
Setelah Roh Kudus dicurahkan terjadi perubahan cara hidup jemaat sebagai berikut:

a. Jemaat bertekun dalam pengajaran rasul-rasul
Mereka sering mengadakan persekutuan bersama-sama. Mereka memecahkan roti dengan gembira dan dengan tulus hati (Kisah 2:42–46). Mari perkatakan bersama saya, “Gembira dan tulus hati!”

Saya percaya hari-hari ini sedang terjadi yang seperti ini; dimana ketika kita sedang berkumpul ada satu sukacita dan kegembiraan yang luar biasa. Apakah Saudara merasakan hal ini? Amin!

Kalau Roh Kudus benar-benar dicurahkan maka kita pasti akan merasakan ada kegembiraan, sukacita dan tulus hati. Kita berkumpul seperti ini tidak mempunyai motivasi yang lain kecuali hanya menyenangkan hati Tuhan. Kita berdoa, memuji dan menyembah Dia dan Tuhan disenangkan.

b. Jemaat senang menabur
Kisah 4:34–35, Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

”Saudara, firman Tuhan berkata bahwa ketika Roh Kudus dicurahkan tidak ada orang yang berkekurangan. Mengapa? Sebab orang-orang yang berlebih, mereka memberi atau menabur untuk yang kekurangan melalui rasul-rasul. Mereka mungkin menjual tanah atau rumahnya lalu meletakkan hasilnya di kaki rasul-rasul, kemudian para rasullah yang akan membagi-bagi sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan.

Saudara, pada waktu Roh Kudus dicurahkan maka ciri dari jemaat adalah senang menabur dan memberi! Mari perkatakan bersama saya, “Menabur! Memberi! ... Menabur! Memberi!” Haleluya!

Bulan lalu ada satu pesan Tuhan yang begitu kuat yang sudah saya sampaikan di tempat ini. Tahun 2011 adalah tahun multiplikasi dan promosi, 6 bulan sudah berlalu apakah Saudara sudah mengalami multiplikasi dan promosi tersebut? Mari yang percaya bersama saya katakan, “Tahun 2011, Tahun Multiplikasi dan Tahun Promosi!” Salah satu kunci multiplikasi dan promosi itu adalah memberi dan menabur!

Ini adalah Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan tentang memberi, sebab itu adalah cara untuk mematahkan cinta akan uang dan keinginan untuk kaya.

Saya percaya kalau Saudara mempunyai uang banyak, puji Tuhan karena Tuhan menyertai Saudara, tetapi jangan sampai terperangkap dalam cinta akan uang, karena akar daripada segala kejahatan adalah cinta akan uang! Akar segala kejahatan itu bukan uangnya tetapi cinta akan uang. Dan Tuhan Yesus mengajar untuk mematahkan cinta akan uang dan keinginan untuk menjadi kaya adalah dengan cara memberi.

Ada seorang muda yang kaya datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Dengan bangga dan sukacita orang muda itu berkata kepada-Nya: “Kalau itu telah kulakukan semua”. Tetapi Tuhan Yesus memandang kepadanya dengan kasihan dan berkata: “Hanya satu kekuranganmu, jikalau engkau hendak sempurna, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, setelah itu ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, tidak ngomong “a” atau “b” ia langsung ‘ngeloyor’ pergi. Tuhan Yesus lalu meneruskan, “Alangkah sukarnya seorang kaya masuk Sorga, lebih mudah seekor unta masuk lobang jarum daripada seorang kaya masuk Sorga”. Begitu Tuhan Yesus mengungkapkan hal itu, murid-murid menjadi ‘ramai’ dan berkata, “Kalau begitu siapa yang dapat diselamatkan? Siapa yang bisa diselamatkan?” Tuhan Yesus langsung menjawab, “Memang bagi manusia tidak mungkin tetapi tidak demikian bagi Allah, sebab bagi Allah semuanya mungkin”. (Mat 19:16–26).

Ada sebuah lagu yang dulu sangat terkenal berjudul “It is well with my soul” yang ditulis oleh seorang yang bernama Horatio G.Spafford. Horatio adalah seorang pengacara dan pengusaha yang memiliki banyak property dan gedung-gedung bertingkat di sepanjang tepi pantai Lakeshore di kota besar Chicago. Bukan hanya sebagai seorang yang sukses dengan bisnis, tetapi dia juga merupakan seorang Kristen yang cinta Tuhan dimana dia menjadi sponsor dan donatur dari seorang hamba Tuhan di Eropa yang terkenal pada waktu itu yang bernama D.L. Moody.

Saudara, Horatio mengalami satu proses dan saya percaya ini diizinkan oleh Tuhan. Yang pertama adalah pada tahun 1871, anak laki-laki satu-satunya meninggal karena sakit step dan panas yang sangat tinggi. Karena hal ini seluruh keluarganya mengalami kegoncangan dan belum selesai dengan kegoncangan tersebut, tiba-tiba terjadi kebakaran besar melanda Chicago pada waktu itu dan asset-assetnya habis semua. Dalam keadaan shock yang seperti itu dia memutuskan untuk pergi berlibur ke Eropa bersama anak-anak dan istrinya sekalian akan ikut KKR D.L.Moody di sana. Mereka lalu memesan tiket kapal laut untuk pergi ke sana, tetapi sehari sebelum keberangkatan tiba-tiba partner bisnisnya menelpon dan memintanya untuk menandatangani beberapa dokumen. Walaupun dia sudah katakan bahwa dia akan pergi bersama keluarganya tetapi partner bisnisnya memaksa agar dia harus hadir dalam penandatangan tersebut. Kemudian dia memutuskan supaya istri dan anak-anaknya pergi berlayar duluan dan dia akan menyusul. Akhirnya istri dan keempat anaknya pergi berlayar lebih dulu, tetapi apa yang terjadi? Ternyata di tengah jalan kapal ini bertubrukan dengan kapal lain dan dinyatakan bahwa 226 penumpangnya tewas semua kecuali 1 yang selamat, yaitu istri Horatio! Pada waktu itu terjadi dia tidak tahu akan hal ini, dia hanya menunggu-nunggu kabar keberadaan istri dan anak-anaknya. Lalu datanglah telegram dari istrinya yang hanya menuliskan pesan singkat, “Safe alone!” Jadi rupanya hanya istrinya sendiri yang selamat sedangkan keempat anaknya tewas dalam tragedi tersebut. Mendengar ini dia benar-benar hancur hati dan mungkin berteriak-teriak di hadapan Tuhan seperti ini, “Tuhan … Tuhan! ... saya tidak kuat seperti ini!”

Akhirnya dia kemudian pergi menyusul istrinya dan ketika berada di kapal sampailah dia di tempat dimana terjadinya kecelakaan tersebut. Nahkoda kapal menghentikan kapalnya persis di tempat tragedi itu dan disitulah Horatio mendapatkan lagu “It is well with my soul”.

Saudara, lagu ini berbicara bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup ini, baik susah maupun senang yang pasti dialami oleh kita, baik hidup maupun maut yang mendekat kepada kita, tetapi hati kita tetap tenang. Tenanglah hai jiwaku, mengapa? Karena kita percaya Tuhan Yesus selalu beserta dengan kita. Haleluya!

Saya tahu, melalui peristiwa ini Horatio adalah mungkin seperti anak muda yang kaya tadi, tetapi bedanya Horatio tidak ‘ngeloyor’ pergi. Dia pasti bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, apakah ini Tuhan? ... Ini apa, Tuhan?” Dia adalah seorang yang kaya, tetapi apa yang dilakukan setelah itu membuatnya mengerti isi hati Tuhan, dimana dia pergi dan menetap di Yerusalem. Dia mendirikan organisasi yang bernama “American Colony” dan tahukah Saudara apa pelayanan organisasi tersebut? Ternyata pelayanan organisasi tersebut adalah untuk orang-orang miskin!

Saudara, saya tahu apa yang Tuhan rencanakan digenapi oleh Horatio. Saya percaya kalau Horatio tidak datang ke Yerusalem dan tidak melakukan satu pelayanan bagi orang miskin mungkin lagu ini tidak terkenal sampai sekarang. Tetapi hasil akhir daripada itu seperti yang Tuhan Yesus katakan tadi yaitu, “Bagi manusia itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah tidak demikian karena semua mungkin bagi-Nya!”

Orang kaya dikatakan sukar masuk Sorga bahkan lebih mudah unta masuk lobang jarum! Bagi manusia memang sukar, tetapi Tuhan punya cara! Dan cara-Nya itu sepertinya tidak enak. Mungkin Saudara bertanya apakah semua orang harus melalui peristiwa seperti ini? Saya pikir tidak semua orang harus melalui peristiwa seperti ini, tetapi kebanyakan harus melaluinya termasuk saya. Kadang-kadang kalau kita hidup terlalu enak, kita menjadi lupa dan tidak tahu akan rencana Tuhan. Tetapi Tuhan tahu caranya dan Dia datangkan hal-hal yang mungkin tidak enak bagi kita tetapi dengan satu tujuan, yaitu supaya kita selamat!

Saya percaya kalau setiap kita ditanya, “Apakah Saudara cinta uang?”, pasti jawabannya adalah, “No!..No!...Saya tidak cinta uang!”. Tetapi siapakah yang tahu keadaan dirinya sendiri? Yang tahu hanyalah Tuhan! Dan mungkin saja melalui orang lain yang bisa melihat diri kita dan berkata, “Hei, kamu sudah mulai cinta uang, kamu ingin menjadi kaya … berhati-hatilah!” Secara pribadi kita tidak akan sadari hal itu, namun Tuhan tahu dan punya caranya! Tetapi apa pun yang terjadi biarlah kita ingat selalu hal ini, “Tenanglah hai jiwaku!...tenanglah hai jiwaku! sebab Tuhan selalu beserta kita dan Dia tidak akan meninggalkan kita!” Amin!

Source: Khotbah Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo (SICC - 2 Juli 2011)

Sunday, July 17, 2011

Nilai Kehidupan Rohani Yang Sejati

Catatan Khotbah: Minggu, 10 Juli 2011 - GBI IKM
Pdm. Ridwan Hutabarat.
Nats Alkitab : Mazmur 20:1-20

Hari-hari ini banyak orang kristen percaya kepada Tuhan hanya menurut pengertian sendiri, penampilan seolah-olah rohani, namun kehidupan sehari-hari cenderung didominasi oleh keinginan daging Gal 5:19-21.

Jangan mengukur kekuatan rohani seseorang dari penampilan saja, sesungguhnya kekuatan rohani terletak pada apa yang tidak terlihat oleh mata, artinya kekuatan rohani seseorang terletak pada kekuatan PONDASI KEHIDUPAN setiap kita yaitu FIRMAN TUHAN YANG HIDUP (Yoh 15:5 "..... sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."), sebab itu iman akan Kristus harus disertai perbuatan. Mengapa? Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Yak 2:26.

Nats Alkitab diatas di tulis oleh Daud dalam keadaan tertekan oleh musuh di medan perang. Kondisi demikian mengingatkan kepada setiap kita bahwa hari-hari ini kita sedang menghadapi peperangan rih, "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." Ef 6:12.
Meski demikian kita tidak memiliki kesadaran yang tinggi, sehingga tidak sedikit orang kristen mengalami kegagalan dalam hidupnya, oleh karena itu Tuhan perintahkan "Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." Ef 6:13, artinya jangan memberi peluang kepada iblis, "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Pet 5:8. Lawanlah dia dengan iman yang teguh!

Sadarkah, dalam kehidupan suami istri, iblis tidak henti-hentinya menggoda dengan berbagai macam cara, bahkan fenomena yang terjadi hari-hari ini, tidak sedikit perceraian terjadi. Ingat! Dibalik perceraian terdapat dosa yang serius karena tidak adanya pengampunan, "(Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)" Mar 11:26. Ini merupakan peringatan mutlak yang harus kita perhatikan dengan serius karena akan berujung NERAKA.

Dengan sikap bagaimana, pengampunan harus kita lakukan? "Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan." Ams 16:6, sadari bahwa kita sedang dalam peperangan roh, sebab itu pahami Firman Tuhan secara utuh dan benar, jangan mengagumi sesuatu, tetapi harus mengorbankan nilai Firman Tuhan.

Daud dalam keadaan tertekan, tidak menyerah dalam peperangan roh. Kuncinya: Menggunakan sa;ah satu senjata Allah yaitu KETOPONG KESELAMATAN atau DOA yang tidak henti-hentinya memohon kepada Tuhan. (Maz 20:2-6).

Percayalah kepada Allah kita secara pribadi yang tidak selalu mengabulkan permintaan kita. Mengapa? Hidup yang berkualitas harus melalui proses, "Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya." (Maz 20:7), artinya jangan kejar kemenangan, melainkan kejarlah pengurapan TUHAN maka pasti kemenangan, berkat dan hikmat mengikutinya.

Pengurapan bukan sekedar pengolesan minyak. Banyak orang kristen menilai pengurapan dengan ukuran minyak, minyak hanya sebagai lambang (Tipology) yang menggambarkan proses. Sebab orang yang diurapi bukan sekedar percaya kepada Tuhan namun orang demikian adalah kepercayaan Tuhan. Orang kepercayaan Tuhan seperti Daud sangat langka di akhir zaman. Kebanyakan orang kristen tidak mengejar pertobatan dan hidup benar, pengurapan dianggap jalan pintas untuk menyelesaikan masalah, padahal kita diurapi agar kuat menjalani proses.

Daud dikenan Tuhan tetapi harus melalui proses sebagai gembala domba di padang gurun, menghadapi berbagai tantangan, untuk membuktikan bahwa dia bisa di percaya menjadi raja israel. Sekalipun telah lama mendapat pengurapan dari Tuhan sebagai raja, tidak langsung jadi raja, tapi harus melalui proses menuju kesana.

Mengapa pelayanan Tuhan Yesus dimulai dari padang gurun, tujuannya supaya mengalami PROSES PEMBENTUKAN. Kehidupan Daud pun dibentuk di padang gurun, "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak." Maz 20:8-9. Jangan mengandalkan kekuatan dari dunia, saat kita diproses akan banyak tawaran dari dunia memberikan jalan keluar yang gampang, jalan pintas, tapi tidak sesuai dengan kebenaran. Andalkan Tuhan, hanya Dia yang sanggup dan tahu jalan yang terbaik buat kita. "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi." Maz 73:25.

Nilai kehidupan tidak di tentukan dari apa yang kita miliki saja, tetapi bagaimana kita menjalani proses kehidupan, mengalami kemenangan demi kemenangan bersama Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Tuhan Yesus Memberkati.

Friday, June 10, 2011

Mengapa Tuhan Yesus naik ke Sorga?

“Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah 1:6-11).
Hari ini kita mengadakan kebaktian peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga. Selain peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, kita mempunyai 2 peringatan lainnya tentang Tuhan Yesus, yaitu Natal dan Paskah. Tetapi untuk kenaikan Tuhan Yesus ini tidak semua negara merayakan atau memperingati Tuhan Yesus ke sorga. Di banyak negara lain peristiwa ini tidak menjadi hari libur nasional, tetapi puji Tuhan; kita di Indonesia diberikan kesempatan yang luar biasa.
Kalau kita merayakan Natal, itu berbicara kasih Tuhan yang luar biasa kepada kita. Kalau kita merayakan Paskah, itu juga berbicara tentang kasih Tuhan kepada kita. Dan saya mau katakan bahwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini juga berbicara tentang kasih Tuhan kepada kita.
Saudara, 40 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus, dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga. Pesan Tuhan Yesus yang terakhir kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke sorga adalah, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8).
Setelah itu Tuhan Yesus naik ke sorga dan murid-murid-Nya terkejut melihat Tuhan Yesus yang semakin bertambah tinggi, terus naik ke awan-awan, muncul lagi ... kemudian ditutup awan lagi ... muncul lagi, dan akhirnya hilang untuk seterusnya dari pandangan mata. Mereka terus menatap ke langit sampai tiba-tiba ada 2 orang berpakaian putih, yaitu malaikat Tuhan yang berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Dari ayat ini saya begitu yakin dan percaya: jika yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga itu adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Tuhan Yesus turun dari sorga itu pasti murid-murid-Nya. Dan saya mau beritahu bahwa waktunya sudah tidak lama lagi. Oleh sebab itu, jadilah murid! ... jadilah murid! Saya berdoa supaya Saudara semua menjadi murid Tuhan Yesus! Amin!


Mengapa Tuhan Yesus naik ke Sorga?

Sekarang Tuhan Yesus berada di sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan yang sedang Dia lakukan adalah :

#1 Menyediakan tempat bagi kita

Tuhan Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada ...” (Yohanes 14:1-3). Kehidupan dalam dunia ini penuh dengan kegelisahan, tetapi Tuhan berkata kepada kita sekarang, “Jangan gelisah hatimu … jangan gelisah!” Hidup di dunia itu relatif singkat, mari kita pegang perkataan Tuhan Yesus ini dan Dia akan segera datang untuk menjemput kita. Saya ingat pesan Tuhan yang begitu kuat pada awal tahun 2009, yaitu, “Aku datang segera! Aku datang segera!”
Saudara, pesan Tuhan baru-baru ini yang begitu kuat berkata, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia …” (Matius 24:37).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya sama halnya dengan kedatangan air bah pada zaman Nuh. Pada waktu itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, dan sebagainya - sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak menyadarinya. Setelah hujan turun dan air mulai naik mereka terkejut tetapi sudah terlambat. Datangnya air bah tersebut bagi kebanyakan orang sangat mendadak, tetapi tidak demikian bagi Nuh dan keluarganya. Demikian juga nanti pada waktu Tuhan Yesus turun ke dunia ini, hanya murid-murid-Nyalah yang tahu. Siapakah murid-murid Tuhan itu? Kita semua! Berarti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua itu akan mengejutkan bagi banyak orang, tetapi tidak demikian buat Saudara dan saya yang adalah murid-murid Tuhan Yesus. Mengapa Tuhan menurunkan air bah pada waktu itu?
Sebab keadaan manusia ketika itu :
  • Hidupnya rusak
  • Hidup manusia penuh dengan kekerasan.
Hari-hari ini orang-orang yang mau mengambil jalan pintas untuk sampai di sorga dan bertemu dengan Bapa, Tuhan Yesus Kristus, itu tidak bisa karena ada aturan-aturannya untuk bertemu dengan Tuhan. Itu tidak bisa dipermudah atau dibuat jalan pintas supaya lebih enak! Namun sekarang banyak yang menawarkan hal yang seperti itu, artinya hidup manusia telah rusak terutama anak-anak muda. Berhati-hatilah!
Hidup manusia juga penuh dengan kekerasan. Saya sampai berkata demikian kepada Tuhan, “Tuhan, kalau saya lihat orang Indonesia 15 tahun yang lalu tidak seperti sekarang, Tuhan.” Dulu orang Indonesia tidak seperti sekarang ini, apa pun alasannya yang namanya kekerasan terjadi di seluruh dunia. Tetapi kalau Saudara sudah melihat hidup manusia telah rusak dan penuh dengan kekerasan, ketahuilah bahwa Tuhan Yesus akan datang segera!

#2 Menjadi Pengantara bagi kita

Ibrani 7:25, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”
Tuhan Yesus sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna karena Dia menjadi Pengantara, artinya menjadi Pendoa Syafaat buat kita. Mari perkatakan, “Tuhan Yesus, Engkau baik, Engkau sungguh baik dan sangat baik (taruh tangan di dada) kepada saya. Tuhan Yesus, Engkau baik, Engkau sungguh baik dan sangat baik kepada saya.”
Saudara berhati-hatilah, sebab kalau berbicara tentang keselamatan jangan kita terlalu menganggap remeh. Keselamatan Tuhan berikan secara gratis dimana ketika kita percaya kepada Yesus maka kita memperoleh keselamatan. Tetapi ada syaratnya, yaitu setia sampai akhir. Dan pada waktu kita menjalani keselamatan ini perlu hati-hati sebab saya menemukan 3 hal tentang keselamatan, yaitu:
  1. Tidak selamat
  2. Kalau Saudara ingat Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
    Saudara, saya ngeri setiap kali membaca ayat ini! Bayangkan, orang yang sudah bernubuat, yang pernah membuat mujizat dan mengusir setan demi Nama Yesus tetapi tidak dikenal oleh Tuhan Yesus! Mengapa? Sebab jelas mereka tidak melakukan kehendak Bapa di sorga.
    Karena itu tidak salah kalau hari-hari ini pesan Tuhan adalah :
    • Perhatikan perintah-perintah Tuhan dan lakukan!
    Ini sangat serius! Perhatikan perintah-perintah Tuhan dan lakukan! Daud adalah pribadi yang luar biasa karena ia melakukan kehendak Allah pada zamannya. Sekarang apakah yang menjadi kehendak Tuhan bagi kita pada masa ini? Itulah yang perlu kita tangkap dan lakukan.
    • Menjadi 5 gadis yang bijaksana
    Dalam perumpamaan tentang sepuluh anak dara, lima gadis yang bodoh itu tertinggal karena tidak membawa persediaan minyak yang cukup.
    • Melipatgandakan talenta
    Dalam perumpamaan tentang talenta, ada hamba yang dipercayakan 5, 2 dan 1 talenta. Tetapi yang diberi 1 talenta tidak melipatgandakan talentanya sehingga dia dimasukkan ke lubang yang paling dalam dan gelap dimana terdapat ratap dan kertak gigi, artinya tidak selamat!
    Saudara, Tuhan Yesus terus berdoa di sorga buat Saudara dan saya. Saya percaya Tuhan Yesus berdoa seperti ini misalnya, “Niko … Niko ... biarlah engkau selamat dengan sempurna!”, demikian juga buat Saudara. Saudara bisa sebutkan nama Saudara dan seperti itulah Tuhan Yesus berdoa buat kita semua. Tuhan Yesus baik, Dia sungguh baik dan sangat baik kepada kita. Amin!
  3. Hampir-hampir tidak selamat





  4. 1 Korintus 3:10-15, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”
    Saudara, kita membangun hidup ini dengan dasar atau pondasi dari Tuhan Yesus Kristus. Masalahnya, setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus, dengan bahan apakah kita membangun kehidupan ini? Apakah dengan emas, perak, batu permata, ataukah dengan kayu, rumput kering atau jerami?
    Saya percaya kalau setiap jemaat ditanya:
    • Apakah Saudara cinta Yesus?
    Pasti jawabannya adalah, “Cinta Yesus!”
    • Apakah Saudara sungguh-sungguh?
    Pasti jawabannya juga, “Ya, saya sungguh-sungguh!”, tetapi yang penting nanti akan diuji dengan api. Kalau terbakar, maka selamat sih selamat, tetapi seperti keluar dari dalam api. Ini artinya hampir-hampir tidak selamat!
    Saudara, saya berdoa supaya setiap Saudara dan saya yang percaya kepada Tuhan Yesus, mari kita bangun kehidupan dan iman kita dengan emas, perak dan batu permata, sehingga pada waktu diuji dengan api tidak akan terbakar, melainkan baik-baik saja. Amin!
  5. Selamat dengan sempurna





  6. 2 Petrus 1:5-11, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”
    Saudara, saya percaya Tuhan Yesus berdoa buat Saudara dan saya. Apakah Saudara mau masuk Kerajaan kekal dengan hak penuh? Apakah Saudara mau selamat dengan sempurna? Amin! Dikatakan tadi bahwa kita harus usahakan dengan sungguh-sungguh, bukan dengan main-main, melainkan harus berusaha atau niat untuk menambahkan iman kita dengan:
    • kebajikan, artinya berbuat baik.
    • pengetahuan, artinya belajar firman Tuhan
    • penguasaan diri
    • ketekunan
    • kesalehan, artinya hidup kudus
    • kasih akan Saudara-saudara seiman
    • kasih akan semua orang
    Hari-hari ini Tuhan menjanjikan berkat 1000x lipat. Apakah Saudara mau berkat 1000x lipat? Untuk itu biarlah hati Saudara diperluas. Saya bertanya kepada Tuhan ketika saya dinubuatkan tentang hati yang diperluas itu, “Tuhan, bagaimana hati saya diperluas?” Dan Tuhan menjawab, “Ketika kamu meresponi sewaktu Aku memberikan hati-Ku kepadamu!” dan hati Tuhan Yesus adalah KASIH. Kasih akan saudara-saudara seiman dan kasih kepada semua orang. Itulah yang Tuhan kehendaki dan kalau ini Saudara jalankan, maka seperti tadi dikatakan, ”Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”
    Saudara, kalau kita berbicara tentang Tuhan Yesus itu artinya berbicara tentang:
    • Kasih
    • Mujizat
    Sejak dari kelahiran-Nya, Dia hampir dibunuh oleh Herodes, tetapi berhasil selamat. Tentang pelayanan-Nya dan kemudian Tuhan Yesus pernah mati tetapi bangkit kembali pada hari yang ketiga. Itulah mujizat yang terbesar. Begitu pula dengan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, itu pun mujizat. Dan saya mau nyatakan bahwa mujizat yang seperti Tuhan Yesus lakukan di dalam dunia ini sungguh masih ada!
    Saudara, saya baru kembali dari Poso, Tentena dan Palu. Kalau Saudara lihat di TV berita sedang ramai untuk daerah sana; karena jaringan teroris yang baru sedang diungkapkan dan bom diketemukan. Dan saya percaya itulah salah satunya alasan mengapa kita disuruh ke sana, yaitu untuk membuka hal-hal yang seperti itu, sebab mujizat masih ada!
    Yang luar biasa di Poso, ternyata lapangan yang kita gunakan itu dulunya adalah tempat pembantaian. Tetapi kasih Tuhan dicurahkan kepada mereka di mana team media menyaksikan banyak pria yang menangis dari awal sampai berakhirnya acara. Belum lagi mujizat-mujizat dan penyakit-penyakit secara fisik yang disembuhkan. Mujizat masih ada!
    Begitu pula di Tentena yang merupakan pusat dari Gereja Kristen Sulawesi Tengah (Protestan). Tetapi mereka menerima kita dengan luar biasa. Kalau Saudara lihat tayangannya ketika mereka memuji Tuhan, Saudara pasti akan mengira bahwa mereka adalah orang-orang Pantekosta atau Kharismatik. Mereka memuji Tuhan seperti Saudara dan hadirat Tuhan turun luar biasa, kesembuhan yang terjadi pun luar biasa!
    Di Palu, 2 hari sebelum pelaksanaan KKR di sana, ada 3 polisi yang ditembak dengan brutal oleh teroris. Pihak kepolisian menghubungi panitia dan berkata, “Pak, apa bisa diundur?” Akhirnya disepakati, “Kita akan teruskan KKR ini kalau penembak itu tertangkap!” Dan sungguh luar biasa karena keesokan harinya 2 pelaku penembakan itu tertangkap! Mujizat masih ada!
Hal ketiga yang Tuhan Yesus lakukan di sorga adalah:

#3 Mengutus Roh Kudus kepada Kita

Yohanes 16:7, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Kalau secara fisik Tuhan Yesus masih ada di dalam dunia, maka yang tahu tentang Dia hanyalah orang-orang sekitar-Nya. Tetapi Dia naik ke sorga dan mengutus Penghibur yaitu Roh Kudus sehingga seluruh dunia bisa mengetahui tentang Dia. Yohanes 16:8-11, “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”
Roh Kudus itu akan menyadarkan orang-orang akan dosa dan siapa yang meresponi-Nya, dia akan datang kepada Tuhan Yesus. Yohanes 16:13-14,“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”
Roh Kudus dicurahkan bagi kita supaya:
  1. Memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran
  2. Firman Tuhan adalah kebenaran dan kita tidak mungkin melakukan firman Tuhan dengan benar tanpa Roh Kudus memberikan pengertian-Nya kepada kita. Banyak orang yang menafsirkan Alkitab ini dengan bermacam-macam tafsiran. Sebagai contoh, saya pernah mendengar ada yang berkata seperti ini, “Kalau ditampar pipi kiri, berikan pipi kananmu. Tetapi kalau ditampar lagi pipi yang satunya maka pipinya sudah tidak ada alias sudah bengkak semua, oleh sebab itu sekarang hantam dan hajar saja!” Yang seperti ini bukan Roh Kebenaran!
  3. Memberitahu hal-hal yang akan datang
  4. Apakah Saudara percaya bahwa Tuhan Yesus akan segera datang? Amin! Itu karena Saudara mempunyai Roh Kudus sehingga Saudara percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang segera.
    Saudara juga percaya kepada nubuatan karena Roh Kudus. Dan tentang nubuatan, perlu Saudara ketahui bahwa 28% isi Alkitab itu adalah tentang nubuatan. Kalau kita punya Roh Kudus maka kita akan percaya nubuatan, tetapi kalau tidak maka hal itu hanya akan menjadi bahan tertawaan.
  5. Selalu memuliakan Tuhan Yesus
  6. Tidak mungkin orang bisa memuliakan Tuhan Yesus kalau tidak memiliki Roh Kudus.
  7. Memberikan kuasa untuk menjadi saksi Yesus
  8. Seperti pesan Tuhan Yesus yang terakhir sebelum terangkat ke sorga, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)
    Roh Kudus akan memberikan Saudara dan saya kuasa untuk menjadi saksi-Nya, yaitu:
    • Di Yerusalem, bisa diartikan di antara keluarga
    • Di seluruh Yudea, bisa diartikan di antara orang-orang yang seiman
    • Di Samaria, bisa diartikan di antara orang-orang yang bukan seiman
    • Dan sampai ke seluruh dunia

Penutup

Saudara, inilah pesan Tuhan yang saya sampaikan sejak 1½ tahun yang lalu dan yang sangat-sangat-sangat kuat sekali. Hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan luar biasa. Saudara dan saya harus menjadi saksi Yesus. Kalau Saudara lihat tuntunan Tuhan tahun 2011, yaitu perhatikan perintah-perintah Tuhan dan itu semua menuntun kita untuk menjadi saksi Yesus.
Berbahagialah Saudara yang ada di Indonesia, sebab saat seperti ini, yaitu pada peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga justru pencurahan Roh Kudus sedang terjadi!
Banyak orang yang kadang-kadang tidak terlalu suka atau tidak terlalu mementingkan berbahasa roh, padahal itu penting! Sebab kalau Saudara sudah tahu nanti bagaimana rasanya berbahasa roh, maka Saudara akan rasakan perbedaannya. Bagi yang sudah berbahasa roh, marilah lebih banyak berbahasa roh setelah ini. Amin!

Source: Khotbah Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo (SICC - 4 Juni 2011) 

Wednesday, May 4, 2011

Mendengar perintah Tuhan dan menabur, kunci Multiplikasi dan Promosi

Banyak nabi-nabi mendapatkan bahwa tahun 2011 ini adalah Tahun Transisi, artinya bisa ke arah yang baik dan bisa ke arah yang jelek, tergantung respon kita. Kalau respon kita benar maka yang baik yang akan terjadi, tetapi kalau respon kita tidak benar maka yang jelek akan terjadi. Tetapi saya berdoa dan saya percaya bahwa setiap Saudara yang mendengar firman Tuhan hari ini, Saudara akan berubah ke arah yang baik. Amin!
Banyak nabi-nabi juga mendapatkan bahwa tahun 2011 ini adalah Tahun Tekanan, Tahun Stress Besar, Tahun Goncangan, apakah kita bisa mengaminkan hal ini? Itu memang benar! Kalau Saudara lihat, sejak awal tahun sampai sekarang sudah masuk bulan Mei, yang namanya goncangan-goncangan itu melanda dunia. Bukan hanya pergolakan di negara-negara tetapi juga gempa bumi dan bencana alam saya lihat tidak masuk akal. Seperti di Amerika Serikat, tornado telah mengakibatkan 300 orang lebih meninggal. Dan Tuhan katakan, "Kamu baru melihat permulaannya saja!", tetapi satu hal yang ingin saya katakan kepada Saudara bahwa multiplikasi dan promosi itu terjadi justru pada saat tekanan dan goncangan-goncangan itu terjadi! Amin!
Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi? Sekali lagi saya katakan bahwa multiplikasi dan promosi itu justru terjadi di tengah-tengah goncangan dan tekanan, mengapa? Sebab mujizat masih ada!

Saudara yang dikasihi Tuhan, beberapa kali dalam bulan April yang lalu saya mengadakan KKR Healing di mana-mana. Yang terakhir di Belitung dan saya melihat Belitung dilawat Tuhan luar biasa! Lebih separuh dari mereka yang hadir ternyata bukan orang percaya, dan Tuhan mendemonstrasikan kasih dan kuasa-Nya yang luar biasa. Banyak dari antara mereka yang tadinya belum percaya kepada Tuhan Yesus disembuhkan dan mengalami mujizat yang luar biasa! Dan saya tahu bahwa ada maksud Tuhan untuk Belitung. Malam itu;

  • Ada 2 remaja; yang satu perempuan dan satunya laki-laki yang keduanya bisu-tuli sejak lahir; disembuhkan Tuhan! Bisu-tuli sejak lahir menurut kedokteran tidak bisa disembuhkan, tetapi Tuhan bisa menyembuhkan! Malam itu telinga mereka langsung dibukakan Tuhan dan mereka mulai belajar berbicara.
  • Ada seseorang dari Cikarang-Jakarta yang sengaja terbang ke Belitung karena mendengar ada KKR di sana, padahal dia adalah bukan orang percaya! Pada waktu datang ke KKR tersebut, orang itu diusung dengan tandu dalam keadaan koma dan kurusnya luar biasa. Ketika jemaat baru memuji-muji Tuhan, tiba-tiba dia bangun dan bangkit seperti tidak terjadi apa-apa, lalu naik ke atas panggung dan saya menyuruhnya untuk berjalan. Tuhan sembuhkan dia dengan cara yang ajaib!

Kunci Multiplikasi dan Promosi

Di hadapan Tuhan Yesus jangan berbicara bahwa sesuatu itu tidak mungkin, semuanya mungkin! Sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Amin!
Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi?
Inilah kuncinya:

#1 Memperhatikan perintah-perintah Tuhan

Mungkin Saudara mendapatkan satu perintah Tuhan yang rasanya tidak masuk akal. Kalau Saudara belum mengerti jangan mengeluarkan komentar-komentar yang kurang baik, lebih baik diam dan berdoa. Saya percaya kalau Saudara berdoa dengan tulus serta membuka hati, maka Tuhan akan memberikan pengertian.
Perintah Tuhan dalam Matius 24:47, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."
Saudara, Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua dan ini adalah pesan yang begitu kuat akhir-akhir ini. Dan hari ini Tuhan mengulanginya melalui kisah Nuh.
Ada 2 hal yang harus kita perhatikan, yaitu :
  • Air bah datang tiba-tiba
Bagi kebanyakan orang air bah itu seperti datang dengan tiba-tiba, tetapi bagi Nuh, istri, anak dan menantunya tidak demikian. Demikian juga dengan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua, bagi kebanyakan orang itu merupakan sesuatu yang mengejutkan, tetapi bagi kita tidak. Karena itu persiapkan diri kita dan kita harus dengar-dengaran hari ini, jangan hal itu menjadi sesuatu yang tiba-tiba buat kita, sebab itu berbahaya.
Pada waktu itu dikatakan bahwa orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan sampai Nuh masuk ke dalam bahtera mereka tetap tidak tahu apa-apa (Mat 24:38). Tetapi begitu hujan mulai datang dan air bah mulai datang baru mereka sadar, tetapi itu sudah terlambat!
Saya berdoa dan percaya bahwa tidak ada satu pun orang di antara kita yang terlambat.
  • Hidup manusia rusak dan penuh kekerasan
Pada masa itu keadaan manusia, hidupnya rusak dan penuh dengan kekerasan. Karena itu air bah pun datang. Bukankah hari-hari ini hidup manusia di seluruh dunia kebanyakan rusak dan hidup dalam kekerasan?
Kedua hal ini menjadi tanda yang paling jelas bahwa kedatangan Tuhan kali yang kedua sudah sangat ... sangat ... sangat singkat!
Tuhan mau supaya kita hidup seperti Nuh. Dia adalah seorang yang benar dan tak bercela di antara orang-orang sezamannya dan hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9). Kalau kita hidup benar dan tidak bercela serta hidup intim dengan Tuhan, Saudara akan dapat mendengar suara Tuhan. Dan pada waktu mendengar suara Tuhan, Saudara tidak akan ragu-ragu, sekalipun kadang-kadang tuntunan Tuhan tidak masuk akal.
Ibrani 11:7, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."
Nuh mengalami multiplikasi dan promosi. Amin!
Nuh memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan dengan patuhnya membangun bahtera selama puluhan tahun. Ini bisa membuat orang meragukan pesan Tuhan tersebut. Selama itu Nuh mengalami cemoohan, dikatakan gila, bahkan dikucilkan oleh masyarakatnya, namun dia tetap taat.

#2 Menabur

Kunci yang kedua, yaitu, "Menabur ... Menabur ... Menabur!"
Kalau Saudara menabur, maka multiplikasi dan promosi akan terjadi dalam kehidupan Saudara. Tetapi mari kita perhatikan prinsip-prinsip dalam menabur:

a. Taburlah yang baik

Mari kita perhatikan ayat-ayat berikut ini :
  • "... Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya ...." (Galatia 6:7)
  • "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, ..." (Amsal 22:8)
  • "... tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap." (Amsal 11:18)
  • "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (Galatia 6:8)
Oleh sebab itu kita harus menabur yang baik. Kalau kita menabur hal yang buruk, makan hasilnya bukan multiplikasi dan promosi, tetapi kalau Saudara menabur yang baik maka Saudara akan menuai yang baik dalam jumlah yang berlipat ... lipat ... lipat ... lipat ... dan itulah yang dimaksud dengan multiplikasi dan promosi. Amin!

b. Yang dituai jauh lebih besar dari pada yang ditabur

Karena itu Saudara harus menabur yang baik supaya Saudara juga menerima kebaikan yang luar biasa besarnya. Firman Tuhan berkata:
  • "Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung;" (Hosea 8:7).
  • Mungkin yang ditabur adalah angin sepoi-sepoi, dan puting beliung lah yang dituai. Badai Tornado yang terjadi di Amerika baru-baru ini sehingga 340 orang meninggal dunia adalah sejenis angin puting beliung.
  • 2 Korintus 9:6, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga."
  • Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya memperhatikan orang-orang yang memberikan persembahan di peti persembahan. Orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan dan menimbulkan bunyi yang keras karena jumlahnya yang banyak. Lalu seorang janda miskin datang, dengan kepala tertunduk dia memasukkan dua peser ke dalam peti itu, dan hampir tidak terdengar bunyinya. Tetapi Tuhan Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang kaya itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:1-4).
    Siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit, tetapi siapa yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Tetapi ini bukan tentang besarnya jumlah persembahan Saudara, melainkan prosentase dari apa yang Saudara miliki. Itulah yang menentukan penilaian Tuhan!
    Ada berapa banyak yang pada bulan Februari yang lalu menabur buah sulung? Ketika kita semua membawa persembahan sulung kita kepada Tuhan, pesan Tuhan pada waktu itu adalah Amsal 3:9-10, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya." Artinya diberkati dengan berlimpah ... limpah ... limpah!
    Kesaksian:
    Saya mau bersaksi dan saya percaya ada yang mempunyai kesaksian yang sama dengan saya. Waktu itu saya pernah berkata bahwa buah sulung yang dimaksudkan adalah minimal persepuluhan. Kali ini Tuhan berkata kepada saya, "Niko, kamu berikan semua penghasilanmu yang didapatkan dari gereja ini!" Saya taat dan berkata, "Ya Tuhan, Ya ..." Lalu saya berikan persis seperti yang Tuhan perintahkan, yaitu semuanya. Tahukah Saudara apa yang terjadi?
    Ternyata saya melihat apa yang belum pernah terjadi, yaitu persembahan dari Saudara semua, menjadi sebuah fenomena yang belum pernah saya lihat sebelumnya, di mana sangat nyata bahwa orang yang mempersembahkan itu karena benar-benar Tuhan yang bicara kepadanya, sehingga jumlahnya begitu besar. Saya benar-benar mengalami apa yang Tuhan katakan, "... yang belum pernah dilihat oleh mata, yang belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah timbul dalam hati, semua disediakan bagi orang yang mengasihi Dia!" Haleluya!
    Kalau yang tadi itu bukan secara pribadi, tetapi secara pribadi saya juga betul-betul mengalami berkat Tuhan yang seperti itu dan saya percaya ini bukan hanya terjadi kepada saya, tetapi banyak kesaksian-kesaksian Saudara yang mengalami hal yang sama. Amin!
  • Berkat 100x lipat
  • Berkat itu dijanjikan kepada Ishak. "Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya." (Kejadian 26:12-12).
    Ishak menabur pada masa yang sulit karena itu adalah masa kelaparan. Pada masa itu persediaan biji gandum atau biji-bijian yang lain, itu bukan untuk ditabur melainkan untuk dimakan. Tetapi Ishak justru menabur, berarti dia menyisihkan sebagian untuk ditabur dan sebagian untuk dimakan. Mungkin keluarganya waktu itu berkata, "Bagaimana ini, kami lapar ...!" Tetapi Ishak tetap menabur sambil mencucurkan air mata. Dia berjalan maju dan benar, dia pulang dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya. Ishak diberkati Tuhan, dia menjadi kaya, makin lama makin kaya dan menjadi sangat kaya! Amin!
  • Berkat 1000x lipat
  • Ulangan 1:11, "TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu."
    The Secretariat
    Patricia King, seorang nabiah dari Amerika belum lama ini berkunjung ke Indonesia, dan sempat bertemu dengan saya di SICC. Dalam pertemuan tersebut dia mengisahkan tentang seekor kuda balap yang bernama "The Secretariat" dan memenangkan turnamen "Triple Crown". Dalam setiap perlombaan, kuda tersebut awalnya selalu berada di urutan belakang, namun menjelang putaran akhir melakukan sprint yang luar biasa sehingga memenangi lomba tersebut dengan jarak yang jauh sekali. Hal ini sangat mengherankan semua orang, karena jika seekor kuda dipacu sekencang itu, jantungnya bisa pecah dan mati, tetapi tidak demikian halnya dengan The Secretariat. Ketika akhirnya kuda tersebut mati, dilakukanlah otopsi untuk mempelajari hal itu, dan mereka mendapati bahwa jantung The Secretariat, 3x lebih besar dari jantung kuda lain.
    Nubuatan Patricia King
    Selesai bercerita demikian, Patricia King bernubuat tentang saya, "Tuhan bicara: Tuhan sudah memberikan hati Pak Niko yang sudah diperluas, diperbesar. Sehingga engkau akan mudah untuk bergerak dan engkau akan menjadi suara bagi orang miskin. Engkau akan ditanya oleh banyak orang apa rahasianya selama ini, dan itu karena hatimu yang sudah diperluas oleh Tuhan."
    Saya lalu bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, bagaimana hati saya diperluas oleh Tuhan?" Dan Tuhan menjawab, "Pada saat engkau meresponi ketika Aku memberikan hati-Ku kepadamu!"
    Hati Tuhan Yesus itu adalah: KASIH. Pada saat saya meresponi kasih yang Tuhan berikan, maka hati ini diperluas. Melihat orang-orang yang miskin, melihat orang-orang yang perlu dibantu, maka hati ini diperluas. Menjadi mudah untuk memaafkan dan mengampuni karena hati yang diperluas oleh Tuhan. Dan setelah itu tiba-tiba Tuhan memberikan ayat Ulangan 1:11 tadi, yaitu tentang berkat 1.000x lipat.
    Kalau berkat itu diberikan kepada saya, itu juga berarti berkat diberikan kepada Saudara.
    • Berkat 100x lipat untuk Ishak itu adalah berkat secara materi.
    • Berkat 1000x lipat itu adalah berkat kebahagiaan, damai sejahtera, keluarga yang diberkati.
    Itulah semua yang Tuhan janjikan! Saudara, kalau kita mempunyai ketiga berkat ini, maka berkat materi bukanlah berkat yang kita agung-agungkan. Berkat materi memang kita perlukan, tetapi itu bukanlah yang utama, tetapi berkat kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati itu jauh melebihi berkat materi tersebut, dan itulah yang Tuhan janjikan. Haleluya!
Saudara, jangan berhenti memberikan kasih! Pada saat Saudara memberikan kasih yang seperti itu, menabur dan berjalan maju serta jangan berhenti, maka Tuhan berjanji engkau akan menuai dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya! Mazmur 126:5-6, "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."
Saudara, di dalam menabur hal-hal yang baik, belum tentu orang akan menerimanya. Seringkali kita harus mencucurkan air mata, "Saya mau menabur yang baik, kenapa justru salah paham sehingga saya malah dicemooh?" Tetapi saya mau beritahu Saudara, jangan berhenti menabur yang baik! Maju terus! Karena firman Tuhan berkata, "Engkau pasti pulang dengan bersorak-sorai, sambil membawa berkat-berkat-Nya!"

Respon kita terhadap perintah-perintah Tuhan

Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi? Menaburlah! Ketika Tuhan Yesus menabur firman-Nya dan manusia meresponinya, ada 4 tingkatan respon yang terjadi (Matius 13:3-8), yaitu:
1. Benih jatuh di tepi jalan
Burung-burung datang lalu memakannya sehingga habislah benih itu. Benih di sini berbicara tentang firman Tuhan. Jadi ada orang yang mendengar firman Tuhan dan tidak mengerti, karena benih itu diambil oleh Iblis sehingga tidak terjadi apa-apa.
2. Benih jatuh di tanah yang berbatu
Benih ini sempat tumbuh tetapi tidak lama, karena begitu ada panas terik langsung layu dan mati. Ini berbicara tentang orang yang mendengar firman Tuhan dan langsung berkata, "Amin! ... Amin! ...", tetapi tidak lama; karena begitu ada penganiayaan dan tekanan terhadap firman itu, maka dia murtad dan tidak menjadi orang percaya lagi.
3. Benih jatuh di tanah bersemak duri
Benih tersebut bertumbuh juga tetapi tidak normal, sebab ia dihimpit oleh semak duri se-hingga tidak berbuah. Ini adalah jenis orang yang mendengar firman Tuhan dan mengerti serta menerimanya, tetapi tidak bisa berbuah, sebab terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu-daya kekayaan.
4. Benih jatuh di tanah subur
Benih yang ditabur jatuh di tanah yang subur, sehingga ia tumbuh dan bukan hanya sekedar bertumbuh, melainkan berbuah 100x, 60x, 30x. Multiplikasi dan promosi terjadi!
Dari 4 keadaan tersebut, sebetulnya yang ada di gereja dan kelihatan setia setiap minggu beribadah itu hanya 2, yaitu yang nomor 3 dan 4.
Memang mungkin saja ada orang yang baru datang beribadah, mendengar firman lalu tidak mengerti lalu hilang lagi, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus pernah berkata, "Kalau tidak berbuah, maka akan dipotong!" (Yohanes 15:2). Setelah dipotong carang tersebut segera menjadi kering, artinya hatinya menjadi kering, sehingga men-dengar firman rasanya kering dan semua akhirnya menjadi kering. Begitu kering, dikumpulkan orang lalu dibuang ke dalam api untuk dibakar! Betapa ngerinya hal ini.
Jadi, Saudara dan saya yang berkumpul di tempat ini hanya termasuk dalam 2 keadaan tadi, yaitu berbuah atau tidak berbuah. Tetapi saya berdoa supaya jangan sampai terjadi yang seperti dibakar tadi. Mengapa? Karena yang seperti itu semua ujung-ujungnya adalah duit!
Firman Tuhan berkata, "Akar segala kejahatan adalah cinta uang!" (1 Timotius 6:10). Alkitab berkata, kita tidak boleh ingin menjadi kaya (Amsal 23:4), tetapi menjadi kaya itu boleh! Punya uang itu boleh, tetapi cinta uang, itu yang tidak boleh!

Karakter gereja di akhir zaman

Kitab Wahyu pasal 2 dan 3, adalah pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja.
Ada 2 tafsiran yang keduanya saya setuju, yaitu:
  1. Ketujuh gereja ini berbicara tentang 7 karakter gereja di akhir zaman. Jadi di akhir zaman ini ada gereja yang seperti jemaat Efesus, Laodikia, Smirna, dan sebagainya.
  2. Ketujuh gereja ini berbicara tentang perkembangan gereja menurut sejarahnya.
    • Efesus, adalah gereja di tahun 30 - 100
    • Smirna, gereja di tahun 100 - 312
    • Pergamus, gereja di tahun 312 - 590
    • Tiatira, gereja di tahun 590 - 1517
    • Sardis, gereja di tahun 1517 - 1750
    • Filadelfia, gereja di tahun 1750 - 1905
    • Laodikia, gereja di tahun 1905 - Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua
Jadi sekarang ini kita berada di zaman gereja yang bernama Laodikia. Gereja di sini bukan berbicara tentang sinode tertentu, melainkan Gereja adalah kita semua. Bagaimana dengan keadaan jemaat di Laodikia?
Wahyu 3:14-16 menuliskan bahwa jemaat di Laodikia itu tidak dingin atau panas tetapi suam-suam kuku. Artinya karakter gereja atau orang-orang Kristen di akhir zaman kebanyakan seperti itu. Mengapa? Sebab mereka berkata seperti ini, "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, ..." (Wahyu 3:17) Semua ini berbicara tentang duit!
Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan berbicara kepada saya dan ini sudah sangat sering Tuhan katakan terutama kepada anak-anak atau orang-orang yang baru lulus sekolah serta baru akan mulai bekerja. Hati-hati! Banyak yang melihat bahwa euphoria dunia dikira seperti itu. Itu tidak benar!
  1. Akan berakibat buruk terhadap kita
    1 Timotius 6:9-10, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." Contoh di Alkitab, yaitu Gehazi dan Yudas Iskariot.
  2. Tidak sesuai dengan tujuan hidup kita
    • Roma 11:36, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"
      Kita mengerti bahwa kita diciptakan oleh Tuhan, tetapi untuk apakah kita diciptakan Tuhan? Kita diciptakan Tuhan untuk memuliakan Dia! Tidak ada yang lain!
      Misalnya, kita membuat sebuah ban mobil, tetapi tiba-tiba ban itu berubah menjadi kaca mobil! Tentu saja kita akan heran dan berkata, "Mengapa ban berubah jadi kaca mobil, untuk apa kamu berubah jadi kaca?" Itu sama dengan kita. Kita diciptakan oleh Tuhan untuk memuliakan Dia!
    • Matius 6:19-20, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."
      Artinya, panggilan orang percaya adalah mengumpulkan harta di sorga. Artinya menjadikan Tuhan sebagai tujuan hidup kita dengan demikian segala sesuatu yang kita lakukan bukan lagi untuk kepentingan kita sendiri, melainkan untuk kepentingan Tuhan.
      Sekarang mari kita cek diri kita masing-masing, misalnya kita diberkati dengan uang yang banyak, untuk apakah itu? Sebagian akan berkata, "Wah, enak ... saya bisa beli rumah, mobil, perhiasan, dsb". Tanpa bertanya kepada Tuhan, karena pikirnya, "saya sudah memberikan perpuluhan." Jadi berpikir bahwa sisanya setelah persepuluhan itu adalah miliknya sendiri, padahal kita ini hanyalah pengelola, sedangkan pemiliknya adalah Tuhan Yesus.






Kunci agar tidak terikat cinta uang

Supaya kita tidak terikat cinta uang dan jangan mempunyai hasrat ingin menjadi kaya atau mengejar uang, kuncinya adalah memberi!
  • Orang muda yang kaya
  • Dia datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" JawabYesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, setelah itu ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, ia langsung ‘ngeloyor’ pergi.(Matius 19:16-22).
  • Zakheus
  • Dia adalah seorang pemungut cukai tetapi dia begitu ingin bertemu dengan Tuhan Yesus. Karena dia pendek, maka dia naik pohon supaya dapat melihat Tuhan Yesus. Begitu ia disapa Tuhan Yesus, "Hai Zakheus, turunlah Aku mau ke rumahmu!", mendengar itu Zakheus senangnya luar biasa. Tuhan Yesus belum berkata apa-apa, tetapi di rumahnya Zakheus berkata, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Apa kata Tuhan Yesus? Kata Yesus kepadanya: "Mulai hari ini keselamatan terjadi bagi seluruh keluargamu!" (Lukas 19:2-9).
  • Rick Warren
  • Dia adalah penulis buku The Purpose Driven Life dan The Purpose Driven Church. Buku-buku tersebut menjadi best sellers dan sebenarnya royalti dari penjualan buku-buku tersebut adalah haknya, tetapi apa yang dia lakukan? Ternyata dia membuat yayasan yang menampung seluruh keuntungan dari penjualan buku-bukunya tersebut. Dan dia hanya mengambil 10% saja sedangkan yang 90% adalah untuk pelayanan.
  • Kesaksian seorang hamba Tuhan – Pengusaha
  • Saya kenal dengan seorang hamba Tuhan, dia juga seorang pengusaha yang diberkati luar biasa. Jadi, dia bukan hanya diberkati dalam hal uang saja, tetapi juga kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati dialaminya semua. Dia bercerita kepada saya, "Pak, saya dan istri mempunyai pengertian tentang memberi. Saya berkata kepada istri saya bahwa kamu boleh beli tas Hermes atau apa pun yang mahal-mahal ... silakan beli. Kita naik mobil Mercy atau yang bagus-bagus itu boleh, tetapi jangan beli sebelum kita memberi kepada orang miskin. Jadi kalau kamu mau beli tas Hermes, misalnya 50 juta, maka sebelumnya kamu harus lebih dulu memberikan kepada orang miskin sebesar 50 juta juga. Demikian juga kalau mau beli Mercy, dan sebagainya".
  • Kesaksian pribadi
  • Saya mau bersaksi tentang diri saya, ini bukan untuk kesombongan tetapi supaya Saudara mempunyai gambaran. Saya diizinkan Tuhan untuk merekam sampai dengan volume ke-8. Umur saya sudah 62 tahun, tetapi sekarang Tuhan memberikan satu kasih karunia kepada saya, di mana suara saya dan nafas saya lebih panjang dibanding dulu. Saya juga jauh lebih sehat dibandingkan dulu. Dan setiap kali album rekaman saya dijual, memang berada di urutan atas. Dulu pada waktu awal-awalnya rekaman, saya mempunyai seorang produser di mana mereka yang membiayai dan saya mendapatkan bagian dari hasil rekaman tersebut. Tetapi saya mau beritahu Saudara bahwa hanya sedikit dari hasil tersebut yang saya pakai, dan yang lainnya saya berikan untuk pelayanan. Akhir-akhir ini saya malah disuruh untuk menjadi produser; membiayai semua biaya produksi dan setelah itu semua keuntungannya diserahkan kepada SICC. Hal ini sudah dilakukan untuk beberapa volume dan yang terakhir juga sama, tetapi bahkan untuk dibagi-bagikan seperti yang sudah saya saksikan kepada Saudara, supaya terjadi kesembuhan, mujizat dan pertobatan. Itulah yang saya lakukan!
Iblis hanya menawarkan berkat secara materi, tetapi kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati itu tidak bisa Iblis tawarkan! Meski memiliki banyak uang, tetapi terus menerus mengalami konflik. Jadi nomor satu, menjadi kaya itu tidak apa-apa asalkan Tuhan yang memberi, seperti Ishak yang diberikan rahasianya oleh Tuhan. Bukan kekayaan yang didapat dengan ‘sikat sana-sikat sini’ atau seperti cara dunia yang berkata ‘korupsi’ dan ‘manipulasi’. Bukan itu! Berhati-hatilah!
Apakah Saudara mau mengalami Multiplikasi dan Promosi? Hari ini Firman Tuhan sudah dibukakan dan mari kita lakukan. Amin!


Source : Khotbah Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo (SICC - 30 April 2011)