Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Saturday, August 25, 2012

Sinopsis Film "UP" (2009)

Up adalah sebuah film animasi produksi Pixar Animation Studios yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. Up diputar perdana pada 29 Mei2009 dalam Cannes Film Festival, dan mencatat sejarah sebagai film animasi pertama yang diputar dalam acara tersebut. 



Carl Fredricksen (Edward Asner) adalah bocah pendiam yang bersahabat dengan cewek Tomboy bernama Ellie, yang ternyata sama-sama mengidolakan Charles Muntz, seorang penjelajah. Kemudian Carl dan Ellie menikah. Kehidupan mereka yang diperlihatkan tanpa adegan berbicara terlihat sangat bahagia, dengan musik yang ceria dan obsesi pertama mereka adalah memiliki anak. Setelah mempersiapkan segalanya, kenyataan berubah ketika Ellie dinyatakan oleh dokter bahwa ia tidak dapat hamil. Sesaat musik menjadi lebih lambat dan sedih, namun kembali menjadi semangat saat Carl dan Ellie berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk terbang ke Paradise Falls, tempat Charles Muntz tadi. Namun, tetap saja halangan selalu muncul sehingga mereka selalu memakai uang dari tabungan tadi, sampai akhirnya mereka berdua menjadi kakek-nenek. Carl, yang menyadari obsesi mereka belum tercapai membeli tiket ke Amerika Selatan, dan ingin memberikan kejutan untuk Ellie. Namun, sebelum impiannya tercapai, Ellie terlebih dahulu meninggal dunia. Hal ini menyebabkan Carl benar-benar kehilangan semangat hidup dan menjadi pendiam dan tertutup.

Pagi itu, seperti biasanya Carl bangun pagi dan menjalankan aktivitasnya. Ia keluar, duduk dikursi rumahnya yang telah dikelilingi sebuah pekerjaan konstruksi, mengisyaratkan bahwa rumahnya juga akan digusur sebentar lagi. Ia pergi untuk mengecek kotak surat, dan sempat berbincang-bincang dengan salah satu pekerja konstruksi. Saat sedang menonton TV, ia bertemu dengan Russell (Jordan Nagai), seorang pramuka yang bersemangat dan akan membantunya melakukan apa saja. Setelah ditipu oleh Carl, Russell pergi dan Carl melihat kotak suratnya hampir lepas karena ditabrak sebuah tronton. Carl marah dan memukul salah satu petugas, yang melukai kepalanya - membuatnya diseret ke pengadilan dan akhirnya hak untuk rumah dan tanahnya jatuh ke tangan bos dari pekerja konstruksi tadi. Setelah itu, ia dikabarkan bahwa besok pagi akan dijemput oleh panti jompo. Saat ia akan membereskan pakaiannya, ia melihat buku petualangan dari Ellie dan menyadari apa yang tidak dilakukannya. Malam berlalu dan pagi datang.

Petugas panti jompo telah siap di depan rumah Carl, dan Carl meminta sedikit waktu untuk berpamitan pada rumahnya. Saat petugas tadi menuju mobil, ternyata rumah Carl telah dipasangi sepuluh ribu balon gas helium, tekanan balon yang sangat kuat membuat retakan diseluruh bagian bawah rumah, dan menerbangkan rumah tersebut. Carl bersuka cita karena ia berhasil memindahkan rumahnya dan bersiap untuk terbang ke Paradise Falls. Saat sedang santai di dalam rumahnya, ia terkejut mendengar ketukan pintu yang sama saat Russell datang tadi. Ia sempat tidak mengacuhkannya, namun akhirnya ia buka pintunya dan menyadari bahwa Russell benar-benar terbawa bersamanya. Dan dimulailah petualangan mereka, pertama mereka menghadapi sebuah awan hujan dan petir, yang menyebabkan Carl pingsan. Setelah ia sadar, ia tahu bahwa ia telah sampai di Paradise Falls.

Carl, menemukan buku petualangan dari Ellie,  saat ia melihat berbagai foto-fotonya dan Ellie saat mereka masih bersama. Lalu ia melihat tulisan Ellie "Thanks for the adventure. Got a New one! Ellie.". Akhirnya Russell mengangkat Carl sebagai ayah angkatnya, sementara Kevin sudah pulang ketempat asalnya dan Dug menjadikan Carl sebagai pemilik barunya. Mereka makan es krim dikedai es krim, sambil bermain-main menebak warna mobil. Dug, Carl, dan Russell hidup bahagia, sementara saat kembali ke Paradise Falls, rumah Carl dan Ellie mendarat dengan sempurna di Paradise Falls, tepat seperti yang mereka impikan.

Selama kredit, beberapa foto menampilkan kehidupan Carl setelah petualangan tersebut, sebagai kakek angkat Russell.

Thursday, August 18, 2011

Facing The Giant


Facing The Giant, adalah Film pendahulu dari Fireproof, sebuah Film yang sangat bagus dan sangat kami rekomendasikan. Dalam Film ini diceritakan tentang seorang pelatih football (American Football) Team Eagles, dimana pada saat itu sang pelatih mengalami hal tersulit dalam hidupnya : Mulai dari Teamnya ditinggal oleh Darren (seorang playmaker terbaik yang dimiliki oleh Team Eagles) Oleh karena bujukan beasiswa di Universitas terkenal, kemudian permasalahan istrinya yang mandul tidak mempunyai anak, Mobilnya yang selalu mogok dan kekalahan beruntun teamnya yang membuat dia akan dipecat.
Di saat keputusaasaannya itu, dia mulai membaca Alkitab, dan di situlah semangatnya mulai tergugah dan hidupnya bangkit kembali dan menjadi percaya bahwa TUHAN yang dia sembah adalah TUHAN yang berkuasa atas langit dan bumi. Selain itu dia mendapat peneguhan juga dari seorang pekerja di sekolah yang membuka kitab Wahyu pasal 3 baginya.
Singkat cerita, setelah sang pelatih itu mengalami hidup baru, hidupnya diubahkan dan dia mulai menanamkan prinsip-prinsip Alkitabiah dalam hidupnya dan sehingga ketika mereka menang atau kalah mereka selalu memuji TUHAN.
Buruan saksikan Film ini. Walaupun sudah lama dirilis tetapi bagi yang belum menonton, Film ini sangat direkomdasikan.

Wednesday, August 17, 2011

Fireproof


Tema kekerasan dan perzinahan kerap mewarnai industri perfilman di Hollywood. Tidak demikian dengan film Fireproof besutan Alex dan Stephen Kendrick. Sebab, film ini menekankan pada kesetiaan terhadap janji pernikahan, meski mustahil untuk dipertahankan.
Fireproof berkisah mengenai Kapten Caleb Holt (Kirk Cameron), seorang pemadam kebakaran yang sangat berhasil memimpin anak buahnya, dengan mengusung tema, “Jangan pernah meninggalkan rekan kamu di belakang”. Ini berbanding terbalik dengan kehidupan pernikahannya yang berada di ambang kehancuran. Ya, meski luar biasa sukses di tempat kerja dengan menjadi pahlawan pemadam kebakaran, Caleb adalah pecundang di tempat tinggalnya yang gagal menjadi pahlawan di mata isterinya.
Setelah tujuh tahun menikah, Caleb dan isterinya, Catherine (Erin Bethea), siap untuk berpisah karena telah ‘terpisah’ secara emosional. Caleb menganggap istrinya terlalu sensitif dan tidak menghargainya. Sedangkan Catherine menilai Caleb sangat tidak sensitif, tidak mendengarkan, dan tidak memahami kebutuhan Catherine. Saat mereka tengah bersiap untuk memasuki proses perceraian, sang ayah, John Holt (Harris Malcom), menantang anaknya untuk mencoba eksperimen cinta selama 40 hari: The Love Dare.
Caleb nyaris putus asa dalam mengikuti eksperimen ini, sebab ia merasa tidak sanggup mencintai seseorang yang terus-menerus menolak dirinya. John menjelaskan, bahwa ini juga yang dirasakan Tuhan saat umatNya selalu menolak kasihNya. Ini membuat Caleb memahami arti cinta  yang sebenarnya, dan memulai perjalanan spiritualnya sebagai seorang Kristen.
Di tengah perjalanan spiritualnya, Caleb juga berkonfrontasi dengan kecanduannya pada pornografi, yang juga menjadi bagian dari konflik Caleb dan Catherine. Sedangkan Catherine, di tengah semi-perpisahan dengan suaminya, mulai menikmati setiap perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh lelaki lain. Dan---seperti yang sudah diduga---keteguhan Caleb untuk tetap setia pada Catherine, akhirnya menyelamatkan pernikahan mereka dari kehancuran.
Film ini sangat kami rekomendasikan untuk ditonton khususnya untuk Keluarga Muda Kristen. Bahkan mungkin di jemaat Anda, bisa diadakan ACARA NONTON BARENG khusus Keluarga Muda. Film ini menunjukkan bahwa cinta sejati bukanlah mencari apa yang terbaik buat diri sendiri, melainkan untuk orang lain. Kemudian, untuk mendapatkan kehidupan pernikahan yang baik, Anda harus memahami bagaimana mengasihi pasangan Anda dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan.

Tuesday, August 16, 2011

Faith Like Potatoes

Film “Faith Like Potatoes” adalah sebuah kisah nyata yang diangkat ke layar lebar. Disutradarai oleh Regardt van den Bergh dan diproduksi oleh Global Creative Studios, Afrika Selatan.


Angus Buchan adalah seorang petani keturunan Skotlandia yang hidup di Afrika Selatan. Tekanan hidup yang berat membuatnya menjadi manusia yang temperamental. Jill, istrinya sangat terganggu dengan sikap suaminya yang seringkali marah-marah dan emosional. Perkataan Angus sering menyakiti istrinya. Sampai suatu saat seorang teman Jill, mengajak mereka mengikuti sebuah kebaktian. Dalam Ibadah itu, Angus tersentuh dengan kesaksian seorang petani yang mengalami perubahan hidup setelah mengenal Yesus. Angus memutuskan untuk percaya kepada Tuhan. Ketika pendeta mengadakan ‘altar-call’, Angus berdiri maju ke depan dengan didampingi oleh istri dan anak-anaknya untuk memberikan hatinya kepada Yesus.

Setelah itu Angus menikmati hubungannya dengan Yesus. Tuhan menggerakkan hatinya untuk mengenalkan Yesus kepada orang-orang Zulu, satu suku dimana ia tinggal. Dalam pelayanannya banyak terjadi mujizat. Yang mati dibangkitkan, yang sakit disembuhkan. Roh Kudus menyatakan diri dan menolong Angus ketika mengalami sebuah masalah besar. Angus berhasil menggunakan sebuah stadion untuk tempat berdoa bersama-sama petani di daerah itu.

Tuhan terus bekerja melalui Angus. Sampai akhirnya dipertontonkan iman Angus yang besar di dalam Tuhan. Dengan iman Angus mengajak masyarakat untuk menanam kentang di musim kering-kerontang. Sebelum dan sesudah kentang-kentang itu ditanam, hujan tidak pernah turun. Tetapi ajaib, ternyata enam bulan kemudian kentang itu tumbuh besar-besar. Orang-orang datang secara khusus mengunjungi Angus untuk melihat kentang ajaib tersebut. Angus berkata : “Iman itu seperti kentang, bisa dicium, diraba”. Walaupun iman sama seperti kentang tidak kelihatan, berada di bawah tanah, tetapi suatu saat menghasilkan buah-buah yang besar.

“Ketika masalah datang, tekanan hidup berat, datanglah kepada YESUS. Yesus pasti menolong, dan memberikan kelegaan. Terimalah kemenangan dengan iman”.


Source : peduligereja.com

Thursday, June 30, 2011

Laki-laki seperti yang Allah mau

Ada banyak laki-laki -termasuk para pria Kristen yang tidak menyadari akan panggilan Allah di balik kelahiran dan keberadaan mereka sebagai seorang laki-laki di tengah-tengah keluarga dan komunitas mereka. Hal ini semakin diperburuk dengan berbagai mitos dan filsafat konyol tentang laki-laki yang ada di sekitar mereka. Akibatnya, merekabukan hanya tidak menyadari akan panggilan Allah atas hidup mereka, tetapi mereka juga telah memiliki cara hidup yang cemar di tengah-tengah keluarga dan komunitas mereka. Ini tidak seharusnya terjadi. Dan buku ini telah hadir untuk memberikan penyadaran, pencerahan dan pemahaman akan panggilan Allah dan bagaimana kita boleh menjadi laki-laki seperti yang Allah mau. Mulai dari maksud Allah sejak dari penciptaan laki-laki yang pertama, kejatuhan laki-laki ke dalam dosa, merosotnya cara hidup laki-laki, penebusan Kristus di atas bukit Golgota, hingga perjuangan untuk menjadi pria yang sejati di dalam Kristus Yesus. Spesifikasi: 13,5 x 20,5 cm, 182 halaman, Harga: Rp 45.000,-

Wednesday, June 22, 2011

Serdadu Kumbang "Film yang mengambil tema anak-anak dan pendidikan"

“Saya mau sekolah, bu.
Tapi selalu dihukum” – Amek
Film Serdadu Kumbang siap rilis di bioskop Juni 2011. Film yang mengambil tema anak-anak dan pendidikan ini produksi Alenia Picture yang kelima, hasil besutan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen.

Serdadu Kumbang berkisah tentang persahabatan tiga anak, Amek, Acan, dan Umbe yang tinggal di daerah Sumbawa.

Di antara ke tiganya, Amek (Yudi Miftahudin) adalah anak yang menderita bibir sumbing. Karenanya, Amek dikenal introvert, keras hati, namun jail sehingga sering dihukum oleh guru-guru di sekolah.

Kakak Amek, Minun (Monica Sayang Bati), sangat berbeda tabiatnya dengan adiknya. Minun selalu menjadi juara kelas di SMP. Bahkan, Minun menjuarai lomba matematika se-kabupaten, dan menjadi ikon sekolah, kebanggan keluarga dan masyarakat.

Minun dan Amek tinggal bersama ibu mereka, Siti (Titi Sjuman). Mereka tinggal di desa Mantar, yang terletak di puncak bukit, jauh dari kota. Ayah mereka, Zakaria (Asrul Dahlan) sudah tiga tahun bekerja sebagai TKI di Malaysia. Jadi bisa dibayangkan betapa berat Siti mengais rezeki untuk keluarganya.

Di luar desa indah tersebut, tumbuh sebatang pohon di bibir tebing menghadap laut lepas. Inilah yang disebut Pohon Cita-cita. Memang unik karena setiap dahannya diikat dengan tali ke botol yang diisi secarik kertas bertuliskan cita-cita si penulis.


Minun sangat menyayangi Amek yang lahir dengan bibir sumbing hingga menjadi bahan ejekan temannya. Amek pun tak pernah menjawab, cita-cita yang ia inginkan karena takut ditertawakan atas kekurangan diri dan keluarganya.

Ditengah perjalanan pendidikan, Amek ternyata tidak lulus menghadapi ujian. Lantas apakah Amek bisa menggapai dan menjawab cita-citanya dengan berbagai kekurangan yang ada di dirinya? Buruan deh nonton di bioskop terdekat dan inget jangan beli CD bajakan yah !!!

Jenis Film : Drama
Produser : Ari Sihasale
Produksi : Alenia Pictures
Rating LSF : Semua Umur (general)
Durasi : 105

Pemain : Yudi Miftahudin, Ririn Ekawati, Titi Sjuman, Putu Wijaya, Asrul Dahlan, Lukman Sardi, Surya Saputra, Monica Sayangbati.
Sutradara : Ari Sihasale
Penulis : Jeremias Nyangoen

source : Jakartapress.com & berbagai sumber

Sunday, December 27, 2009

MOST : Perumpamaan Modern Mengenai Kasih Bapa

Most adalah film Polandia yang telah memenangkan banyak penghargaan di tahun 2003 seperti di Sundance Film Festival, Palm Springs International, dan Maui Film Festival. Serta puncaknya di tahun 2004 dinominasikan untuk Film Pendek Terbaik (Best Live-Action Short) pada Academy Awards 2004.

Apa yang menarik dari film pendek asal negara Balkan ini sehingga bisa masuk ke dalam nominasi festival-festival film tersebut? Jawabannya, kisah yang sangat menarik dan menyentuh bahkan merupakan gambaran dari kisah Alkitab mengenai pengorbanan.

Disutradarai oleh Bobby Garabedian, film ini direkam di Czech Republic dan Polandia serta memiliki subtitle bahasa Inggris. MOST berkisah mengenai seorang ayah dan anak yang saling mengasihi satu sama lain. MOST adalah bahasa Polandia yang berarti ‘jembatan' (The Bridge). Dalam kisah ini sang ayah harus mengambil keputusan yang sangat berat dan tak dapat dimengerti oleh siapapun yang akan mempengaruhi hidup orang banyak - yang mereka sendiri tidak tahu bahwa itu memiliki pengaruh dalam hidup mereka.

Lada (diperankan oleh Ladislav Ondrej), sang anak, bertanya kepada sang ayah (diperankan oleh Vladimir Javorsky) apakah ia bisa ikut ayahnya pergi ke jembatan. Jembatan dimana ayahnya bekerja sebagai operator, menaikkan jembatan ketika kapal harus lewat dan menurunkannya ketika kereta api akan lewat. Satu hari ketika Lada ikut ayahnya bekerja, sebuah kereta datang lebih cepat dari biasanya. Lada mencoba untuk memberitahu ayahnya bahwa sebuah kereta datang lebih cepat, tapi ayahnya tidak bisa mendengarnya. Sang ayah sedang sibuk memperbaiki mesin. Maka, sang anak mencoba untuk menekan tombolnya sendiri, membuat jembatan turun sehingga kereta api bisa lewat. Sang ayah akhirnya menyadari masalah tersebut, tetapi Lada telah jatuh ke tempat roda jembatan dan katrol berada. Sang ayah harus membuat keputusan. Menyelamatkan anaknya dan membiarkan kereta api tersebut kecelakaan. Atau, menurunkan jembatan, menyelamatkan kereta api dan mengorbankan anaknya terlindas roda.





Benar-benar pilihan yang sangat sulit yang harus diputuskan oleh sang ayah...
Mungkin sebagian dari anda sudah bisa menebak akhir kisah dari film yang berdurasi 33 menit ini, tetapi anda semua tahu pasti bahwa kisah ini mirip dengan kisah pengorbanan dalam Alkitab. Melalui film ini, bisa menjadi contoh yang sebenarnya akan apa arti yang sebenarnya mengenai pengorbanan, dan yang telah disampaikan melalui film pendek ini sangat jelas : seni yang sebenarnya, hidup yang sebenarnya, dan harapan yang sebenarnya.

MOST (The Bridge)
Pemain :
 Vladimir Javorsky, Linda Rybova, Lada Onorej
Sutradara : Bobby Garabedian.
Produser : William Zabka, Bobby Garabedian, Michael Deffert, Ed Bernard
Genre : Drama, Film Pendek
Durasi : 33 menit.
Music Score : John Debney (The Passion of The Christ)
Recommended

source: jawaban.com

Wednesday, June 18, 2008

Film Tentang Ayah

Seorang ayah seringkali menjadi pribadi yang sangat dikagumi dan meninggalkan kesan yang dalam di hati anak-anak mereka. Berikut adalah 5 buah film lama yang masih layak ditonton karena menggambarkan peran ayah yang sangat mengagumkan:

Sunday, June 25, 2006

Sejauh Timur dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku 

Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku